Budaya / Kultur Sekolah

Suatu lembaga pendidikan tentu memiliki karakteristik dan kekhasan tersendiri yang membedakannya dari lembaga pendidikan lainnya. Hal ini menjadi identitas dan keunggulan yang mencerminkan nilai, visi, serta tradisi lembaga tersebut. MTs Miftahussa’adah Mijen Semarang merupakan salah satu madrasah yang memiliki budaya sekolah (school culture) yang kuat dan sarat nilai keislaman. Berbagai budaya dan kebiasaan positif telah diterapkan sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik dan penguatan lingkungan madrasah yang religius, disiplin, dan berakhlakul karimah. Beberapa budaya khas yang menjadi ciri MTs Miftahussa’adah Mijen Semarang antara lain sebagai berikut:

1. Sholat Duha Berjamaah


Sholat Duha merupakan kegiatan pembiasaan salat sunnah berjamaah yang dilaksanakan setiap hari Senin hingga Sabtu pada jam istirahat pertama, yaitu pukul 09.20 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan di masjid dan aula dengan penuh kedisiplinan dan kekhusyukan. Pelaksanaan salat Duha didampingi langsung oleh para guru MTs Miftahussa’adah yang bertugas mengatur jalannya ibadah, mulai dari penataan shaf, pelaksanaan salat berjamaah, hingga pembacaan zikir dan doa setelah salat. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan beribadah serta membentuk karakter religius dan disiplin pada diri peserta didik.

2. Sholat Dzuhur Berjamaah

Salat dzuhur merupakan kegiatan pembiasaan salat wajib berjamaah yang dilaksanakan setiap hari Senin hingga Jumat pada jam istirahat kedua, yaitu pukul 12.20 WIB, untuk hari Sabtu tidak diadakan salat dzuhur berjamaah karena pulang pada pukul 11.00 WIB. Kegiatan ini dilakukan secara terpisah antara siswa laki-laki dan siswi perempuan, di mana siswa laki-laki melaksanakan salat berjamaah di masjid, sedangkan siswi perempuan di aula. Pelaksanaan salat dzuhur ini juga didampingi secara langsung oleh para guru MTs Miftahussa’adah yang memastikan ketertiban dalam beribadah, mulai dari pelaksanaan salat sunnah qobliyah, salat berjamaah, hingga salat sunnah ba’diyah, disertai dengan zikir dan doa bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik terbiasa menjalankan kewajiban salat tepat waktu serta mampu menanamkan nilai kedisiplinan dan kekhusyukan dalam beribadah.

3. Kegiatan Wirid Jumat


Kegiatan Wiridan Hari Jumat di MTs dan MA Miftahussa’adah merupakan program baru yang mulai dilaksanakan pada semester ini. Kegiatan ini diadakan setiap hari Jumat pukul 06.25 sampai 07.00, dan diikuti oleh seluruh siswa MTs, MA, serta para guru. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan semangat religius dan membiasakan peserta didik mengawali hari dengan dzikir serta doa bersama. Wiridan dilaksanakan dengan menggunakan buku atau kitab wiridan khusus yang telah diijazahkan langsung oleh Abah KH .M. Subkhi Abadi di MTs-MA Miftahussa’adah. Abah Nyai sendiri mengamalkan wiridan tersebut dari guru beliau, sehingga kegiatan ini memiliki nilai keberkahan dan sanad keilmuan yang jelas. Para siswa mengikuti bacaan wirid dengan khidmat dan tertib, dipandu oleh Abah Nyai atau Guru madrasah. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat meningkatkan kedekatan spiritual kepada Allah SWT, memperkuat akhlak, serta membiasakan diri untuk memulai hari dengan doa dan dzikir bersama. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga madrasah baik guru maupun siswa dalam suasana religius yang penuh kekhusyukan dan kebersamaan.

4. Upacara Bendera


Upacara bendera adalah sebuah acara resmi yang diadakan untuk menghormati bendera negara, yaitu bendera Merah Putih di Indonesia. Upacara bendera merupakan salah satu tradisi yang penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Adapun di Mts Mifatahussa’adah diadakannya upacara bendera di setiap hari senin pagi yang bertempat di halaman sekolah. Untuk petugas upacara bendera adalah dari setiap siswa Mts Miftaahussa’adah dari kelas 7, 8 dan 9. Akan tetapi, dari 3 kelas tersebut akan mendapatkan jadwal masing-masing. Tujuan upacara bendera di Mts Miftahussa’adah adalah untuk meningkatkan rasa nasionalisme, patriotisme, dan kesetiaan kepada negara dan bangsa. Upacara ini juga merupakan salah satu cara memperingati hari-hari besar nasional, seperti Hari Kemerdekaan Indonesia (17 Agustus), Hari Sumpah Pemuda dan lain sebagainya. 

C. Kokulikuler

Kegiatan kokurikuler merupakan serangkaian aktivitas pendidikan yang dilaksanakan di luar jam pelajaran formal, namun tetap berada dalam lingkup dan tanggung jawab satuan pendidikan. Kegiatan ini berfungsi sebagai jembatan penghubung antara kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler, dengan tujuan utama untuk memperkaya pengalaman belajar peserta didik, memperdalam pemahaman terhadap materi pelajaran, serta menumbuhkembangkan potensi, minat, dan bakat secara lebih komprehensif.

Secara konseptual, kegiatan kokurikuler memiliki posisi strategis dalam proses pendidikan karena tidak hanya mendukung pencapaian kompetensi dasar dan inti sebagaimana tertuang dalam kurikulum, tetapi juga mengembangkan aspek-aspek non-kognitif seperti sikap, nilai, dan keterampilan sosial. Melalui kegiatan ini, peserta didik didorong untuk mengaktualisasikan hasil belajar dalam konteks nyata, sehingga pembelajaran tidak berhenti pada tataran teoretis, melainkan juga menyentuh ranah afektif dan psikomotorik.

Di lingkungan MTs Miftahussa’adah Mijen Semarang, kegiatan kokurikuler disusun secara terarah dan terintegrasi dengan visi serta misi madrasah yang berorientasi pada pembentukan insan berilmu, berakhlak, dan berdaya saing. Adapun jenis-jenis kegiatan kokurikuler yang dilaksanakan antara lain meliputi:


1. Mentoring dan Ikrar Pagi 


Berdasarkan hasil oservasi, dimulai dari awal kedatangan siswa ke sekolah pada pukul 06.10 WIB siswa disambut oleh bapak ibu guru di depan sekolah dengan menerapkan tradisi yang baik yaitu dengan berjabat tangan dan 5S (senyum, sapa, salam, sopan, santun). Hal ini tentunya akan memberikan kesan awal yang baik yang diimplementasikan dengan senyum dan keramahan dalam menyambut siswa. Pada pukul 06.30 WIB, siswa MTs Miftahussa’adah diarahkan ke masjid yang berada di depan Sekolah yang terletak di antara MTs dan MA Miftahussa’adah untuk melakukan pembiasaan baik, yang meliputi kegiatan pembacaan asmaul husna, mengaji tilawati jilid pada hari senin sampai dengan hari kamis, di hari jum’at tahlil dan do’a bersama, serta khitobah akbar pada hari sabtu. 


Hal ini merupakan kegiatan yang positif untuk mengawali kegiatan belajar mengajar atau sebagai pengkondisian awal peserta didik karena dengan adanya pembiasaan baik tersebut siswa akan terbiasa melakukan hal-hal positif dalam kehidupan sehari-hari serta akan terbentuk karakter yang kuat sebagai siswa.

2. Takhassus



Program Takhassus merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan di MTs Miftahussa’adah Mijen setiap pagi pada jam ke-1 hingga jam ke-2. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar peserta didik dalam bidang keagamaan, khususnya dalam membaca Al-Qur’an dan memahami bahasa Arab. Program ini dibimbing oleh Bapak Pakuamudin Muhammad, S.Pd., ibu Nely Khasanatul M, S.Pd. dan ibu Nurul Hikmah selaku pengampu yang dengan sabar dan telaten membimbing para siswa dalam proses belajar. Selama pelaksanaan, siswa diarahkan untuk memperbaiki makhraj dan tajwid dalam membaca Al-Qur’an, menghafal mufrodat, serta memahami struktur kalimat Bahasa Arab melalui metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Kegiatan ini berjalan dengan tertib dan penuh antusiasme dari para siswa. Melalui program Takhasus ini, diharapkan peserta didik MTs Miftahussa’adah Mijen dapat mengembangkan kemampuan bahasa Arab dan religiusitasnya, serta menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan cinta terhadap Al-Qur’an. 

Berikut data nama siswa dan siswi yang mengikuti takhasus:

1) Nadhif Rayhan Putra Kurniawan

2) Vino Aryasatya

3) Azka Huurin Tamaiyla Alwafa’

4) Azra Arina Masithoh

5) Hanin Najwa Al-Mukarom

6) Kanza Harisatul Kamila

7) Aflah Ammar

8) Alkhalifi Adzani Kurniawan

9) Falah Jauza Nuha

10) Muhammad Ahsanu Amaluddin

11) Muhammad Dwi Ardiansyah

12) Rizqi Ramadhan Putra Pratama

13) Teguh Fauzan Saktiawan

14) Yusuf Akhmad Raikhan

15) Rafael Sepdian Syahputra

16) Nafisa Aprilia Humaera

17) Selly Sazkia Azzahra Jasa Putri

18) Yumna Baswedan

19) Taqiyudin Annabhani

20) Yumna Muhammad Putra M.

3. Madrasah Diniyyah


Pelaksanaan kegiatan Madrasah Diniyah (Madin) di MTs Miftahussa‘adah merupakan bagian integral dari program pembinaan keagamaan siswa yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin hingga Kamis. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 13.30–14.10 WIB untuk hari Senin hingga Rabu, sedangkan pada hari Kamis dimulai pukul 11.55–12.40 WIB. Program Madin dirancang sebagai upaya untuk memperdalam pemahaman peserta didik terhadap ajaran agama Islam, baik dalam aspek pengetahuan, sikap, maupun pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami ajaran Islam secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam perilaku dan interaksi sosial di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Jadwal Madrasah Diniyah

Kelas VII

Senin-Selasa : Hafalan Surat dan Tilawati

Rabu : Hafalan Doa

Kamis : Fasolatan


Kelas IX

Senin-Selasa : Juz ‘Amma dan Tilawati

Rabu : Kitab Alalā dan Tilawati

Kamis : Fasolatan Kelas VIII

Senin-Selasa : Juz ‘Amma

Rabu : Kitab Alalā

Kamis : Fasolatan


4. Khitobah Akbar



Kegiatan Khitobah merupakan salah satu bentuk program pembiasaan di lingkungan MTs Miftahussa’adah Mijen yang bertujuan untuk melatih keberanian siswa dalam berbicara di depan umum (public speaking), meningkatkan kemampuan komunikasi verbal, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan diri. Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan potensi diri dalam menyampaikan pesan-pesan moral, nilai-nilai Islam, dan dakwah secara efektif dalam berbagai bahasa. Dengan demikian, kegiatan Khitobah tidak hanya berfungsi sebagai ajang latihan berbicara, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter religius dan kepemimpinan siswa. Kegiatan Khitobah dilaksanakan setiap hari Sabtu pagi bertempat di aula madrasah, dan diikuti oleh seluruh peserta didik dari kelas VII, VIII, dan IX. 


Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bergiliran setiap minggu, dengan jadwal penampilan yang telah disusun oleh pihak madrasah. Sistem rotasi ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang merata bagi seluruh siswa agar dapat tampil dan berlatih secara langsung di hadapan teman-teman serta guru pembimbing. Pembagian tugas dalam kegiatan Khitobah meliputi beberapa peran, antara lain: satu orang bertugas sebagai MC atau pembawa acara, dua hingga tiga orang bertugas membacakan Asmaul Husna, satu orang membacakan ayat suci Al-Qur’an, dan empat orang bertugas menyampaikan khitobah dalam empat bahasa, yaitu Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Jawa. Selama kegiatan berlangsung, para siswa yang mendapatkan giliran tampil akan berdiri di depan seluruh peserta untuk menyampaikan khitobah sesuai bahasa dan tema yang telah ditentukan. Sebelum pelaksanaan, guru pembimbing memberikan bimbingan, pengarahan, serta latihan singkat agar siswa lebih siap, percaya diri, dan mampu menyampaikan materi dengan baik. Dengan pelaksanaan yang terencana dan berkelanjutan, kegiatan Khitobah diharapkan dapat menjadi wadah efektif dalam menumbuhkan kemampuan komunikasi, keagamaan, dan kepribadian islami pada diri peserta didik.


Posting Komentar

🌟 Pengumuman: Seleksi Penerimaan Siswa Baru Tahun Pelajaran 2026/2027 Telah Dibuka! | Selamat Hari Guru Nasional 2025! | Jadilah Bagian dari Generasi Miftasa Unggul dan Berakhlak 🌟